Sungai Kampar Meluap, Pemkab Lakukan Tanggap Darurat

Posko Darurat Tim BPBD Kampar

Posko Darurat Tim BPBD Kampar

       Kamparkab-Tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir di wilayah Sumatera Barat dan Kabupaten Kampar mengakibatkan debit air waduk PLTA Kotopanjang meningkat drastis. Demi keamanan waduk, manajemen PLTA melakukan pembukaan spill way menyebabkan debit air Sungai Kampar meningkat drastis dan meluap. Akibatnya, ribuan rumah penduduk di wilayah enam kecamatan di Kabupaten Kampar terendam banjir. Tak hanya itu, lebih kurang 100 keramba masyarakat hanyut, sehingga kerugian diperkirakan mencapai Rp3,5 Miliar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, banjir mulai terjadi sekitar pukul 04.00WIB, Sabtu (16/1). Hingga sore kemarin, air masih menggenai ribuan rumah penduduk di berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar.

Menyikapi banjir yang melanda Kabupaten Kampar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Santoso MPd didampingi Kabid Darurat Zul Edi dan Kasi Kedaruratan Muhammad Nasir SE dan jajaran langsung mengunjungi lokasi-lokasi banjir dan pendirikan posko darurat banjir di Desa Tanjung Rambutan. Tampak juga Kasi Bantuan Bencana H Asri SSos dan para anggota TNI dan Polri. Tim berkoordinasi dengan Camat dan kades yang wilayahnya terkena banjir.

kdai muzar

Dari data sementara yang dihimpun BPBD Kampar diketahui bahwa pembukaan pintu Waduk Plta Koto Panjang, Bencana Banjir terjadi pada Jumat malam (15/1) pukul 23.00WIB di sepanjang DAS Sungai Kampar, ketinggian air diperumahan warga rata rata 50-80 cm. Daerah yang terkena banjir yang terkena banjir antara lain Kecamatan Bangkinang Kota sebanyak 30 kk di Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang sebanyak 50 kk di Desa Pulau Lawas,  Kecamatan Kampar terdiri dari 200 KK di Desa Simpang Kubu, 273 KK di Desa Batu Belah, 128 KK di Desa Tanjung Rambutan, 200 KK di Desa Penyesawan dan 50 KK di Desa Pulau Sarak.

Banjir di Kecamatan Kampar Utara melanda 305 KK di Desa Kampung Panjang, 137 KK di Desa Sendayan, 360 KK di Desa Sawah, 86 KK di Desa Sei Jalau. Di Kecamatan Rumbio Jaya terdiri dari 160 KK di Desa Alam Panjang, 200 KK di Desa Pulau Payung, 50 KK di Desa Teratak dan 50 KK di Desa Sei Petai. Di Kecamatan Kampar Timur ada dua desa yang diterjang banjir yaitu Desa Pulau Rambai sebanyak 400 KK, dan Desa Pulau Birandang, namun jumlah KK yang terendam di Desa Pulau Birandang masih dalam pendataan. “Kami juga sudah mendapatkan laporan dan melakukan pendataan terhadap keramba masyarakat, yang mana data sementara diketahui ada 100 kerambah ikan masyarakat di Kecamatan Kampar yang hanyut, sehingga kerugian mencapai lebih kurang Rp3,5 Miliar. Selain itu, untuk data perkebunan masyarakat yang terendam banjir juga masih dalam pendataan lebih lanjut,’’jelasnya.

Banjir 1

Beberapa kegiatan tanggap darurat yang dilaksanakan oleh Tim BPBD Kampar antara lain mendirikan posko darurat, mendirikan dapur lapangan,  membantu warga yang mengungsi ke rumah karib kerabat terdekat. Tenda posko bantuan banjir juga didirikan oleh Tim Polres Kampar “Untuk memaksimalkan pelayanan bantuan kepada masyarakat, kami juga meminta Camat dan Kades mengkoordinir pendirian dapur lapangan di setiap desa yang terkena banjir,’’ungkap Santoso.

Selain berkoordinasi dengan berbagai instansi di Kabupaten Kampar, Kepala BPBD Kampar Santoso MPd juga mengkomunikasikan peristiwa banjir di Kampar ke BPBD Provinsi dan Dinas Sosial Provinsi Riau. Tim BPBD Riau yang dipimpin oleh Kepala BPBD Edwar Sanger dan Dinas Sosial Provinsi Riau menyatakan bersedia memberikan bantuan dan menurunkan tim ke Kampar.

Santoso menambahkan bahwa diperkirakan, banjir akan berlanjut ke Kecamatan Siakhulu, seperti Buluh Cina, Teratak Buluh, Lubuk Siam dan Tanjung Balam. Untuk itu, pihaknya sudah menghubungi Camat Siakhulu agar menginformasikan kepada para kepala desa untuk dapat melakukan langkah-langkah antisipatif menghadapi banjir (Kb02)

About the Author: u8130zer_bmp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *